Sketsa June 25, 2008
Posted by ardhee in Sweet Memories.add a comment
Beberapa titik yang mengindikasikan perjalanan berat perlahan tlah kulalui dengan hasil yang maksimal, yeah, tentunya buah yang didapat akan sebanding dengan kondisi awal dan proses yang dilalui sehingga menelurkan sebuah hasil.
Saat ini, ketika berada pada jalan yang lumayan datar, tiba waktuku untuk introspeksi diri lagi, melewati malam indah sembari menelaah dan menganalisis segudang proses hidupku sebelumnya hingga membuat sebuah kesimpulan dan keputusan untuk menatap dan memantapkan langkah jauh ke depan. Tantangan dan duri yang tersembunyi tlah membuat diriku menjadi lebih tegar dalam menjalani hidup, sehingga aku telah membuat sebuah sketsa rencana hidup yang mestinya dapat kujalani. Berusaha mengubur semua bad things, i.e. bangun telat, malas memulai sesuatu yang harus telah dijalani, etc, dan mempertajam lagi mata tombak yang mestinya menjadi kunci untuk membuka pintu-pintu untuk mewujudkan semua impian, kuharap akan menjadi pemicu agar diriku lebih memaknai perjalanan hidupku berikutnya. Tentunya, bertambah keyakinanku untuk berbisik, I don’t walk alone.
Senandung Cintaku April 15, 2008
Posted by ardhee in Sweet Memories.2 comments
Jumat di penghujung Maret, tiba-tiba, bergerak dengan kecepatan cahaya, menumbuk diriku yang bermassa kecil nan sedang berjalan terengah-engah seakan sedang berada dalam perjalanan di jalur pendakian ke puncak Mt. Everest. Belum sempat aku menghitung momentum diriku setelah tumbukan dahsyat itu atau berapa Joule energi kinetikku yang terserap, seketika seluruh kekuatanku sirna, kabur dan perlahan menghilang.
Diriku laksana memandang gugusan bintang di kesyahduan langit tanggal lima belas dan tanpa awan yang menghalangi pandanganku. Pada arah 61 derajat kiri dari utara, sebuah bintang memberi sinyal, menyapa dan berbisik padaku, raihlah daku, tumpahkan semua ekspektasimu padaku. Siang itu, aku baru saja menerima surat dari Holland, pada sampulnya dicap prioritaire, sekaligus gambar seorang manusia yang sedang mengayunkan kaki untuk berlari, mengisyaratkan surat itu harus cepat diantar secepatnya dan pada alamat yang tertera, karena sesosok insan di ujung dunia sana sedang berada di jung penantian. Di dalam sampulnya yang putih mewangi kudapati si tulip dan daffodil, tatapannya membuat aku terlanjur jatuh hati akan keelokannya yang tersohor kemana-mana. Setiap kali kupandangi dan kucium, ia seolah tersenyum padaku dan seakan tahu aku merindukannya. Saat itu aku merasa punya kekuatan cinta dan seolah memiliki sayap untuk terbang.
Detik demi detik berlalu, jarum penunjuk waktu kembali lagi ke posisinya, hari yang kulalui selalu diiringi aura cintamu. Aku tlah bertekad, kulakukan semua untuk dapat menemui dan menaklukkanmu, walau hanya sekali. Di bawah logika akal sehatku, aku masih sadar bahwa untuk bertemu denganmu, aku akan bertarung mati-matian dan akan mengorbankan hal yang menurut monyet sekalipun merupakan hal yang paling konyol untuk dilakukan. Itulah rencanaku dengan mengambil keputusan terbesar sepanjang hidup dan karirku. Kesuksesan atau kegagalan menjalani cinta bersama dirimu di belahan dunia sana akan menjadi esensi untuk menjalani seluruh sisa hidupku. Bagiku, menaklukkan cintamu adalah harga mati bagiku. Seandainya aku hanya meraih sebagian cintamu, berarti aku akan pulang dengan membawa sekoper oleh-oleh berjudul kehampaan.
Perjuanganku nyaris berakhir menjelang weekend, masih memikul semangat 45, tak ada kata untuk menyerah selagi masih ada jalan, baik lurus, berliku ataupun berkerikil tajam. Usai Jumat di Masjid Salman, satu lagi, a thing by request, menjadi harapan terbesarku untuk memecahkan karang es pengejaran cinta ini. Dalam keadaan seperti ini, hujan badai sekalipun, hanyalah tantangan mudah dan sepele. Akhirnya, misiku selesai, hasilnya incredible, nilai fungsi trigonometri di kuadran satu, aku merasa mendapatkan lagi sebuah kekuatan magic. Hanya sesaat, ponselku bergetar, dan, stop right there, your game is over, pelan namun tegas dan sangat jelas, itulah analisa sekaligus kesimpulan percakapanku. Diriku spontan membeku.
Semua harapan tlah pupus, walau aku punya satu peluang lagi untuk meraih cinta dan cita-cita, namun aku tahu kalaupun tetap kujalani, itu sangat sulit dan absurd. Alam mencoba menghiburku dan seraya berbisik padaku, malam ini, desiran angin malam ’kan membawa semua cinta dan mimpimu, dan tersenyumlah. Jika dulu hidupku hanya punya mimpi, saat ini, aku takut bermimpi, seakan semuanya hanya akan berakhir pada air mata cinta.
Jika Ini Memang Terbaik April 14, 2008
Posted by ardhee in Sweet Memories.add a comment
has helped me to find the meaning of my life
Tidak berlebihan rasanya jika aku ataupun orang lain menilai diriku sebagai seorang insan biasa yang punya banyak mimpi-mimpi dan fantasi. Itulah kelemahanku, tidak bisa mengukur bayang-bayangku sendiri, yang tak menyadari bahwa aku hanyalah a man of the people, namun kemauan serta keinginan yang kuat dan kenekatanku membuat itu mengalahkan segalanya.
Kusisiri jalan setapak demi setapak, sedikit berbatu dan terkadang licin, hingga aku menemui sebuah kapal yang bersandar di pelabuhan. Sampai di sana, aku punya pilihan, lanjut perjalanan darat dimana aku telah punya pengalaman yang cukup untuk menerjang kerikil-kerikil yang menghadangku atau aku harus menaiki kapal menyusuri laut dimana aku tak punya pengalaman apa-apa. Ku berfikir sejenak, kenapa tidak kucoba saja untuk berlayar dengan berbagai tantangan dan rintangan, baik ketika ombak tenang maupun tinggi, serta harus meninggalkan kenangan jalan setapak dengan memulai lagi dari koordinat nol koma nol, dan kusadari itu adalah resiko perjalanan. Namun diriku tak lolos pemeriksaan, bekalku kurang, walaupun dengan tiket sudah di tangan. Aku termenung dan hanya bisa membayangkan bisa memandang butir-butir ombak berserakan di lautan, menyaksikan lompatan lumba-lumba di lautan bebas ataupun bertarung dengan ganasnya ombak dan sekalipun jika harus berakhir dengan menabrak karang es, wah,… ingat Titanic, dan berarti aku tidak mencapai tujuan akhir. Tapi, perjalanan tidak harus berakhir, jalan setapak yang telah kubuat hingga sampai pelabuhan harus tetap kulanjutkan. Dan bisa kurasakan, sesaat lagi diriku akan sampai di jalan yang lebih lebar, walaupun dengan bebatuan yang akan tetap kutemui hingga akhirnya aku dapat menemukan jalan yang lebih mulus.
Mungkin tidak ada mahasiswa master yang sepengangguran seperti aku, yang masih sempat browsing ini itu, chating, edit friendster ataupun buka-buka blog, yang mungkin kalau dilihat dari kaca mata seorang mahasiswa, hanya buang-buang waktu saja. Namun, tingginya kemauanku, sesuai tekadku sebelum berangkat, berbuah hasil. Diriku sudah sangat bangga dan bahagia dengan setetes hasil yang sebelumnya tidak pernah kubayangkan.
Memang, susah untuk mengucapkan sebuah kata rela ataupun ikhlas, dengan pengorbanan yang bagiku lumayan besar. Walaupun berat, harus kututup segala soft dan hard file, dan membuang kunci sejauh mungkin dan berusaha untuk tidak membuka lagi. Tak mungkin untuk melupakan, walaupun goresan luka tlah terobati, aku hanya akan berharap bisa menjadi kenangan manis untuk diingat dan pahit untuk diulang. Mungkin khayalan ini bukanlah yang terbaik bagiku, tetapi di balik semua itu, ada sesuatu yang lebih baik ditakdirkanNya bagi diriku. Setiap keputusan yang telah diambil punya konsekuensi, tak ada yang harus disesali, dan tak ada pihak yang harus disalahkan. It’s about my decision and its consequence. Lagu Kerinduan-nya Sheila Majid barusan diputar Radio B, take me back again. Yang terpenting, kato2 bijak, kalau rasaki ndak ka lari doh, keep smiling n keep shining.
Hello world! February 12, 2007
Posted by ardhee in Uncategorized.2 comments
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!